sbobet mobile, sbobet wap Sbobet judi online Maxbet,Judi Poker,Agen Bola,Judi Bola,Agen Sbobet

Judi Bola Wenger Tidak Menjual Dengan Baik

Wenger Tidak Menjual Dengan Baik

Wenger Tidak Menjual Dengan Baik

Judi Bola – Wenger tidak menjual dengan baik. Dia menjual Fabregas, Clichy, Song, dan Van Persie, semua pemain yang masih berada dalam masa keemasannya.

Para pemain ini tampil dengan sangat baik di klub barunya  dan berhasil mengangkat trofi disana, sementara the Gunners masih menguatkan diri atas puasa gelar mereka. inilah yang membuat kritik pada Wenger makin keras dalam beberapa tahun terakhir karena dia menjual pemain dalam waktu yang salah. Tapi perpindahan para pemain itu bukan sepenuhnya salah Wenger karena keinginan pergi timbul dari individu pemain sendiri.

Saat pemain mencapai performa puncaknya sama dengan kondisi saat bursa saham sedang berada dimasa puncak. Bagi saya, saat tersebut adalah saat yang tepat dalam menjual pemain, ketika performa mereka di suatu saat bisa saja menurun, tapi merupakan sebuah kesalahan bila pemain yang bersangkutan tampil lebih baik di klub barunya.  Nigel Cough dan Peter Taylor adalah master dalam strategi bursa transfer seperti ini. selama di Nottingham Forrest mereka selalu mencoba menjual pemain saat mencapai masa puncaknya dan sebelum performa mereka meredup. Meskipun ini strategi yagn bagus namun dapat berbalik menjai strategi yang beresiko.

Contoh lagi dari kasus ini adalah Arsenal (lagi) dan Arsene Wenger. Di musim 2011/2012 Robin van Persie mengalami musim terbaiknya selama berseragam Arsenal, dia menjadi top skorer di akhir liga. Saat musim berakhir dia menjadi pemain yang paling banyak diburu, termasuk Manchester United yang kalah dalam perburuan gelar liga premier hanya karena perkara selisih gol. Arsene Wenger memutuskan untuk menjual pemain berusia 29 tahun dan bergabung dengan Manchester United dengan banderol sebesar 24 juta pounds. Robin van Persie jelas berada pada performa puncaknya di Arsenal, performa puncak yang ditunggu selama 7 tahun berjuang dengan cedera dan kehilangan rekan setim.

Wenger memutuskan bahwa dia bisa pergi karena berpikir dengan usia yang sudah mendekati kepala tiga, dia tak berpikir van Persia akan menampilkan performa serupa di Old Trafford. Kisah selanjutnya kita semua tahu bahwa van Persie meneruskan performa puncaknya dan membawa Manchester United meraih gelar liga inggris ke 20. Perlu dicatat bahwa pindahnya the flying Dutchmen ke Manchester United juga karena pertimbangan pribadi pemain sendiri yang ingin meraih trofi. Jika seorang manajer data berhasil dalam strategi transfer ini maka dia akan dianggap melakukan pekerjaan yang fantastis, tapi jika dia gagal dalam menghitung resiko, sang manajer bisa mendapatkan malu. Judi Bola