sbobet mobile, sbobet wap Sbobet judi online Maxbet,Judi Poker,Agen Bola,Judi Bola,Agen Sbobet

Fans City Harusnya Senang Dengan Kepergian Tevez

Fans City Harusnya Senang Dengan Kepergian Tevez

Fans City Harusnya Senang Dengan Kepergian Tevez

Casino Online – Carlos Tevez telah mengakhiri masa bermukimnya di Manchester City selama empat tahun dan dia telah bergabung dengan juara Italia, Juventus. Kepergian Tevez telah secara remsi diumumkan minggu lalu dengan nilai transfer 12 juta pounds. Tevez dikontrak oleh klub asal Turin dengan masa tiga tahun dan akan mengenakan kostum keramat nomor 10 yang pernah dipakai oleh Alessandro Del Piero.

Penjualan Tevez nampaknya tak terelakkan lagi karena dia hanya punya sisa kontrak 12 bulan disusul dengan pernyatannya bahwa dia tak akan memperpanjang kontraknya musim depan. dengan menjual Tevez minggu lalu, klub biru Manchester dapat menghemat 27 juta pounds dari gaji dan kontrak Tevez yang berlangsung. Beberapa fans City terlihat terkejut dan kecewa atas perginya Tevez, tapi klub tak punya pilihan lain. Keputusan Manchester City untuk menjual Tevez dapat menghemat uang dalam jumlah yang sangat besar, daripada kehilangan Tevez secara gratis musim depan, lebih baik City kehilangan dia saat ini, dengan harga yang cocok. Tevez juga telah berusia 29 tahun dan uang yang didapat dari penjualannyua dapat digunakan untuk membeli striker yang lebih muda.

Investasi yang dikeluarkan oleh Manchester City untuk Carlos Tevez adalah senilai 200 ribu pounds perminggu hanya untuk gaji, dengan bonus yang besar serta dana transfer dari Manchester United dengan nilai 47 juta pounds, total biaya yang dikeluarkan City hanya untuk Tevez adalah 93 juta pounds. Bahkan dengan nilai sebesar itu, tak pantas juga bila mengatakan bahwa Carlos Tevez adalah pembelian yang gagal bagi klub. Kedatangan Tevez di tahun 2009 telah memberikan sugesti dan persepsi bagi orang lain bahwa City adalah klub yang menarik bagi bintang dunia lainnya. Tujuan City ingin men jadi klub yang sukses dipertegas dengan kedatangan Tevez di tahun 2009. Kedatangannya waktu itu bagaikan pesan pada pemain lain untuk turut serta bergabung dengan the citizens.

Dua musim pertama yang dilakoni Tevez, hanya satu kata yang bisa digambarkan : esensial. Tevez bisa dengan sendirinya membawa City melakoni perjalanan berat. Dia punya kemampuan dan hasrat yang tinggi untuk menang. Dalam masa empat tahun sebagai pemain Manchester City, Tevez menjadi pencetak gol terbanyak keempat di Liga Premier Inggris. Dia membuat total penampilan sebanyak 148 dan mencetak 74 gol. Jumlah gol yang sangat banyak bagi pemain yang lebih bermanfaat dalam permainan dibandingkan jumlah golnya saja. Saat Tevez berada dalam kondisi yang fit dan bermain secara regular, kemampuannya dilapangan sangat luar biasa, dia bisa tampil dengan work rate yang tinggi dan selalu berhasrat dalam setiap pertandingan yang dilakoni.

Namun penolakannya untuk melakukan pemanasan dan tampil sebagai pemain pengganti di Allianz Arena tahun 2011 – yang membawanya pada skors 6 bulan – adalah noda bagi Manchester City. Dunia telah melihat, dan mempersepsikan City sebagai klub yang disharmonis, dan membuat dunia berpikir bila Roberto Mancini adalah orang yang lemah dan putus asa. Tevez kembali ke Argentina dan menolak bermain untuk the Citizens. Padahal gaji yang dia terima luar biasa besar, fans juga selalu mendukungnya. Saya tak dapat menyebutkan nama lain dalam dunia sepakbola seperti dia. Sejak saat itu, banyak fans Manchester City kehilangan respek padanya. Musim terakhirnya bersama the Citizens, dia gagal mengembalikan performanya sebelum terkena skorsing 6 bulan, dan dengan jelas mengatakan dia tak mau memperpanjang kontrak. Kondisi itu membuat klub hanya memiliki sedikit opsi, lalu datang tawaran Juventus. Juventus memang mendapatkan pemain yang bagus, tapi Carlos Tevez adalah pribadi yang tak bisa ditebak. Kepergiannya hanya akan membuat fans City senang. Liga Pilihan