sbobet mobile, sbobet wap Sbobet judi online Maxbet,Judi Poker,Agen Bola,Judi Bola,Agen Sbobet

Bola Online Sepak Bola Mahasiswa yang Tidak Diperhatikan

Sepak Bola Mahasiswa yang Tidak Diperhatikan

Sepak Bola Mahasiswa yang Tidak Diperhatikan

Bola Online – Belum lama ini kita digembirakan oleh kemenangan tim nasional U-19 yang berhasil menjadi juara Piala AFF U-19. Walau kemenangan tersebut tidak diikuti oleh gelar juara tim U-23 yang harus menyerah kalah secara tragis 1-2 oleh Maroko di Islamic Solidarity Games tetapi minimal ada asa untuk melihat sepak bola nasional yang lebih baik. Tetapi, jauh dari hingar-bingar publik serta pemberitaan media apalagi kehadiran seorang Menpora, saat ini sedang berlangsung kejuaraan sepak bola antar kampus di Stadion Universitas Indonesia. Sebanyak 12 Perguruan Tinggi Negeri dan 12 Perguruan Tinggi Swasta sedang bertanding di kejuaraan antar Perguruan Tinggi se-Indonesia. Lepas dari Pekan Olahraga Mahasiswa yang biasanya diadakan di liburan semester bulan Januari. Kejuaraan ini diikuti oleh kampus dari Aceh sampai dari Papua dan pesertanya adalah para mahasiswa maksimal S-1 yang bertanding untuk mengharumkan nama kampusnya.

Kami sendiri secara kebetulan mengetahui bahwa ada kejuaraan ini karena tinggal dekat dengan Universitas Indonesia dan selalu ada pertandingan sepak bola di stadionnya. Ternyata, ada kejuaraan ini. Menurut humas kompetisi, Bapak Dibyo M.Sc. Kejuaraan ini diadakan oleh Dikti karena melihat minat dan bakat para mahasiswa se-Indonesia terhadap sepak bola. Belum lagi dalam catatan Dikti hampir semua kampus di Indonesia sebenarnya mempunyai Unit Kegiatan Mahasiswa entah sepak bola atau minimal futsal. Beliau mengatakan bahwa seharusnya mahasiswa diarahkan kepada kegiatan sportif seperti ini daripada tawuran antar internal sendiri ataupun berdemonstrasi di jalanan. “Dengan adanya pertandingan ini, diharapkan para mahasiswa tidak lagi tawuran tetapi belajar menerima kekalahan jika kalah dan juga tidak bolos kuliah hanya demi berdemonstrasi di jalanan.” Begitu ungkapnya ketika ditanyakan alasan mengadakan pertandingan ini.

Memang amat sayang kemudian ketika kejuaraan seperti ini justru tidak dilirik oleh PSSI apalagi Kemenpora padahal kalau di luar, liga-liga mahasiswa juga dipenuhi pemandu bakat untuk melihat talenta-talenta yang tidak terjaring di sekolah sepak bola atau akademi sepak bola. Sistem ini diterapkan antara lain di Jepang dan Amerika Serikat. MLS alias Major League Soccer mengadopsi gaya kontrak NBA ataupun NFL (Sepakbola Amerika) untuk merekrut pemain jebolan kuliahan. Jadi, pemain-pemain yang berprestasi di bidang olahraganya kalau di Amerika Serikat mendapat beasiswa untuk kuliah kemudian bertanding di kompetisi liga mahasiswanya kalau dia masih menjadi talenta juga kesempatan besar akan datang dari klub-klub NBA atau NFL.

Seharusnya PSSI tidak hanya mengurusi Liga Super saja, tetapi juga pemain-pemain seperti ini yang harus diperhatikan, seharusnya Menpora tidak hanya datang untuk melihat Final kejuaraan saja tetapi juga blusukan ke daerah-daerah untuk melihat pemuda potensial olah raga tidak hanya sepak bola tetapi yang terpenting adalah bagaimana suplai untuk atlet itu sendiri. Bola Online