sbobet mobile, sbobet wap Sbobet judi online Maxbet,Judi Poker,Agen Bola,Judi Bola,Agen Sbobet

Bola Online Menilik SSB yang Ada Di Indonesia

Menilik SSB yang Ada Di Indonesia

Menilik SSB yang Ada Di Indonesia

Bola Online – Lapangan sepak bola sangat minim di Indonesia. Namun minat kehadiran sekolah bola tak pernah surut. Baik murni local maupun yang hadir dengan sistem merk asing. Hanya saja sejumlah masalah masih menggelayut dalam perkembangannya.

Beberapa persoalan yang masih ada saat ini seperti SSI Arsenal yang kekurangan pelatih . soal lapangan juga menjadi kendala untuk latihan. Bahkan lapangan hoki pun digunakan sebagai lapangan sepakbola. Yang cukup mencengangkan adalah beberapa perserta yang mencuri umur. Seharusnya anak yang berlatih berusia minimal 8 tahun. Terkait dengan hasil yang diperoleh siswa dari didikan sekolah sepakbola tidak dapat di pastikan kemana mereka akan melanjutkan setelah tuntas di SSB. Apakah mereka akan menjadi pemain professional atau tidak. Semua tergantung pada masing masing orang dan tentu saja bakat yang di milikinya.

PSSI bahkan tidak pernah memikirkan menjamurnya bibit bibit muda dari SSB. PSSI sepertinya bingung bagaimana cara untuk memaksimalkannya. Menurut pengamat seharusnya klub sepakbola yang lebih berperan mencari bibit lewat SSB. Seperti di Surabaya, ada kompetisi bagi klub anggota Persebaya. Idealnya setiap klub professional harus memiliki sekolah sepak bola. Hanya saaja klub memiliki keterbatasan, terutama terkait dengan dana lantaran masih disubsidi oleh pemerintah. Mungkin Karena hal tersebutlah kini muncul banyaknya sekolah sepakbola di Indonesia. Walaupun ada yang hanya sekedar menyalurkan hobi mereka.

Dalam pandangan Nilmaizar, mantan pelatih Timnas, agar SSB bisa bermutu, yang paling penting perlu di perhatikan adalah latihannya yang terstruktur. Begitu pula dengan jadwalnya dan tujuan latihan yang harus jelas. Nil sepakat setiap klub harusnya memiliki sekolah sepak bola. Harus ada pembinaan hingga usia 19 tahun menurut mantan pelatih timnas Indonesia tersebut. Untuk keberadaan pelatih asing di SSB, Nilmaizar berpendapat, itu bukan yang utama. Kata dia, banyak pelatih Indonesia yang lebih bagus, tinggal di maksimalkan saja perannya. Sedangkan menurut beberapa pengamat, pelatih asing di anggpa mampu mengetahui metode pembinaannya. Melatih kelompok usia berbeda dan tentu tidak sama dan peranpelayih asing di anggpa cukup perlu.

Pengamat mengatakan bahwa selama ini pembinaan berada di bawah Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. Dari dulu tidak ada perubahan. Mereka berharap , orang orang di SSB yang harus bermoral. Jangan sampai pencatutan umur di pertahankan. Idealnya bukan Kementrian Pendidikan melainkan di bawah naungan PSSI sebagai induk organisasi sepak bola di Indonesia. Alasannya cukup masuk di akal. Ini adalah bagian dari pembinaan bibit usia dini jadi seharusnya ini menjadi tanggung jawab PSSI dan PSSI lah yang seharusnya memiliki inisiatif. Persoalan mereka pada akhirnya memilih menjadi pemain sepakbola professional atau tidak tentu menjadi pilihan para peserta didik itu sendiri. Dan tidak sedikit pemain pemain berbakat yang mampu menjadi pemain hebat berkat didikan usia dini yang sangat baik. Bola Online